Meluncur ke RSPI Bintaro

Hari ini saya tidak bekerja penuh satu hari. Pagi harinya saya beserta rekan kerja mendapatkan kabar membahagiakan dari rekan kerja yang sekaligus merupakan junior saya di kampus, Puspa. Ia baru saja dikaruniai buah hati seorang putra yang diberi nama Arsya.
RSPI Bintaro

Setelah jam istirahat usai, sekitar pukul 14.00 semua orang sudah kembali ke ruang kerja dan kami pun berkumpul untuk pergi menuju Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro. Lepas setengah 3 sore kami berangkat. Saya bersama empat orang rekan kerja (Mbak Emi, Iwan, Dian, dan Pak Arifin) yang hadir hari itu berangkat dari Jakarta menuju Bintaro yang masuk area Tangerang Selatan. Kami menumpang mobil yang dikendarai Mbak Emi. Meskipun sempat diwarnai kemacetan di Jalan Sudirman, akhirnya kami sampai pula di Bintaro sekitar pukul 4 sore.

Setelah tiba di RSPI Bintaro, kami langsung menuju kamar tempat Puspa dirawat. Di sana, Fiky, suami Puspa menyambut kami. Memasuki kamar Puspa nampak sumringah didampingi bayinya yang ada di kotak di samping tempat tidurnya. Ada pula kedua mertuanya ikut menemani.

Puspa pun dengan ceria berbagi kisah persalinannya yang mengundang decak kagum karena ia berhasil melahirkan secara normal. Lama juga kita bercengkrama. Mbak Emi pun sempat mencoba menggendong Baby Arsya. Berapa lama kemudian Arsya mulai bersuara, sepertinya lapar. Puspa berupaya menyusuinya dibantu sang suami. Kemudian kami pun undur diri.

Kantin Rumah Sakit


Hari semakin sore dan kami pun merasa lapar. Dian mengajak kami semua untuk menikmati hidangan di kantin rumah sakit, yang tampilannya malah bak sebuah cafe atau restoran di pusat perbelanjaan. Saya memesan mie tek tek karena merasa terlalu kenyang kalau harus makan nasi. Mbak Emi memilih bihun kuah sementara Dian menyantap nasi goreng ayam rica. Sedangkan Iwan dan Pak Arifin tidak memesan makanan, hanya minuman, masing-masing meneguk susu kedelai dan cafe latte. Kedua pria yang diet ini pun pada akhirnya harus menyantap karbo juga karena Mbak Emi dan Dian merasa hidangan yang dipesannya terlalu banyak porsinya.

Mie tek tek ala RSPI.

Setelah kenyang bersantap kami bersiap pulang. Saya memilih untuk turun di dekat Bintaro Xchange karena dekat dengan Stasiun Jurang Mangu (selang 4 stasiun dari Cisauk). Dari jalan menuju tol Pondok Indah, saya berjalan kaki sampai Stasiun Jurang Mangu sekitar 10 menitan. Dari sana saya menumpang KRL Commuterline menuju stasiun dekat rumah.

Panda di RSPI Bintaro.

Oh ya, ada sesuatu yang unik dari rumah sakit ini. Di area lobi, saya mendapati ornamen interior berbentuk binatang panda, flamingo, dan jerapah. Lucu juga, padahal ini bukan rumah sakit anak. Tentu adanya dekorasi ini menambah keunikan dari rumah sakit ini.

Jerapah di RSPI Bintaro.


Post a Comment

0 Comments