Menerangi Desa sebagai Relawan CSR Berkelanjutan

Pada tanggal 23 November 2018, saya terpilih menjadi salah satu relawan dalam kegiatan tanggung jawab perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) perusahaan saya, PT Bank OCBC NISP, Tbk. Saya terpanggil untuk turut serta karena kegiatan ini memiliki misi yang mulia dan berbeda dengan kegiatan sosial lain yang pernah saya ikuti. Dalam kegiatan yang bertajuk "Desaku Terang" ini, para relawan dapat berkontribusi langsung memasang instalasi listrik kepada warga Dusun Cilele, Desa Wanajaya, Kabupaten Karawang yang belum mendapatkan akses listrik. Suatu hal yang mengejutkan karena di era digital seperti sekarang ini masih ada desa yang jaraknya tidak begitu jauh dari Jakarta tetapi belum mendapatkan aliran listrik. Ironis memang, di saat kebanyakan orang kota tidak bisa hidup tanpa Internet, masih ada saudara kita di desa yang malah masih tetap bertahan hidup tanpa aliran listrik. Rasanya seperti mesin waktu ke berpuluh-puluh tahun lalu. 


Walaupun sempat khawatir tidak bisa berkontribusi dengan maksimal karena saya tidak memiliki ketrampilan terkait instalasi listrik, saya tetap semangat mengikuti kegiatan ini. Selain saya, dari divisi saya turut ikut pula Kepala Divisi dan senior saya dalam kegiatan ini. Maklum keduanya memang memiliki concern terkait program ini karena ada kaitannya dengan penerapan keuangan berkelanjutan yang diregulasi OJK. CSR ini memang mengangkat tema Desaku Terang, CSR Lingkungan untuk Komunitas Berkelanjutan jadi diharapkan dampak positifnya dapat dirasakan masyarakat secara terus-menerus.


Rombongan relawan berangkat usai jam pulang kerja dan berkumpul di lobi kantor pusat. Kami menumpang bus menuju sebuah hotel di Karawang untuk briefing dan bermalam. Sekitar pukul 21:00, rombongan tiba di hotel dan melakukan check in, kemudian berkumpul kembali di sebuah ruang rapat untuk briefing kegiatan esok. 

Adalah Ujang Koswara yang menyampaikan briefing malam itu, seorang insinyur yang mengabdikan dirinya ke masyarakat dengan memproduksi Listrik Mandiri Rakyat (LIMAR). Produk ini diciptakan untuk memberikan akses listrik ke masyarakat di daerah terpencil yang kesulitan mendapatkan akses listrik konvensional dari PLN. Perangkatnya terbilang sederhana, terdiri dari lampu LED, kabel, saklar, dan aki sebagai energi. Selain menjelaskan mengenai teknis instalasi LIMAR, Pak Ujang juga menceritakan mengenai latar belakang penciptaan LIMAR dan success story-nya yang telah mendapatkan sejumlah penghargaan atas kontribusinya tersebut. Para relawan pun menjadi semakin bersemangat. 

Keesokan harinya, para relawan segera berangkat menuju Dusun Cilele tempat kegiatan CSR ini dilaksanakan. Perjalanan dari hotel ke titik pemberhentian bus memakan waktu 30 menit. Perjalanan dilanjutkan dengan menaiki motor penduduk yang telah disewa mengantarkan para relawan. Akses menuju dusun ini pun terbilang cukup ekstrem yang berjarak sekitar 5 km dengan jalan yang masih berupa tanah dan berlumpur terkena hujan, maka dari itu lebih tepat jika memakai motor trail. Namun sayangnya, tidak semua motor yang digunakan adalah motor trail. Jumlah motornya pun terbatas sehingga sebagian relawan harus menunggu terlebih dahulu untuk mendapatkan giliran diangkut.

Akan tetapi, karena begitu bersemangat, para relawan memilih untuk berjalan kaki menuju dusun tersebut untuk mempercepat waktu, alih-alih menunggu jemputan sepeda motor kembali. Begitu pula saya yang memang menyukai hiking, berjalan kaki tentu bukan masalah. Hanya saja sepatu yang digunakan saat itu kurang tepat digunakan untuk berkotor-kotor dan berlicin-licin ria di atas lumpur. Sekitar 30 menit kemudian, motor jemputan menghampiri. Karena perjalanan masih jauh, saya pun memilih untuk menumpang salah satu motor. Benar saja perjalanan menuju lokasi kegiatan CSR ini masih sangat jauh dengan medan yang ekstrem akibat hujan. Beberapa kali saya harus turun dari motor karena dikhawatirkan motor jatuh terguling di turunan atau tanjakan yang licin. Sekitar 15 menit kemudian saya pun tiba di Dusun Cilele. Para relawan berkumpul di dekat SDN Wanajaya. Anak-anak sekolah dengan ramahnya menyambut kami dan dengan sopannya mengucap salam dan mencium tangan kami.


Setelah menunggu beberapa lama, kegiatan CSR ini pun dibuka diawali sambutan perwakilan Direksi Bank OCBC NISP, Ibu Mirah dan pemimpin dusun setempat. Kemudian para relawan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk kemudian bertugas memasang instalasi LIMAR di rumah-rumah warga. Sayangnya, kelompok saya tidak kebagian tugas instalasi listrik pagi itu, melainkan ditugaskan untuk mengisi kegiatan di sekolah dasar yang dibagi menjadi 3 kelompok, kelas 1-2, 3-4, dan 5-6. Saya sendiri mengasuh kelas 3-4 dengannya kegiatan merakit matras dan meja serta menata buku-buku sumbangan Bank OCBC NISP dan Great Eastern Life Indonesia untuk kemudian disimpan ruang kreatif. Anak-anak sangat antusias dan begitu polosnya membantu merapikan ruang kreatif ini. Setelah beres, mereka pun asyik membaca buku-buku yang disumbangkan. 


Setelah break sholat Jumat dan makan siang, terdapat perubahan tugas kelompok. Akhirnya kelompok saya kebagian tugas untuk memasang instalasi listrik. Inilah saat yang ditunggu-tunggu. Kelompok saya pun begitu antusias. Lokasi rumah yang akan kami pasangi tidak terlalu jauh dari sekolah. Kondisi rumahnya persis seperti rumah di kampung zaman dahulu dengan bilik bambu dan balai-balai sebagai tempat tidur bersekat kain. 


Salah seorang tim dari LIMAR mendampingi kami dan memberikan penjelasan singkat tentang teknik instalasi LIMAR, khususnya cara memasang kabel ke lampu LED dan menghubungkannya dengan aki dan saklar. Setelah itu, kami langsung mempraktikkannya dan mulai membagi tugas. Ada yang mengukur dan memotong kabel, memasang dan menyambungkan ke lampu, memasang ke saklar, hingga merapikan kabel dengan memaku penyangganya. Kerja sama itu pun berbuah manis, seluruh lampu berhasil terpasang dan menyala terang. Ibu pemilik rumah yang kami bantu tampak ceria sambil menggendong anaknya. Kami pun turut bahagia menyaksikannya.


Untuk mengantisipasi cuaca buruk di sore hari dan kemungkinan sulitnya mobilisasi relawan pada saat hari gelap, akhirnya para kegiatan hari itu segera diselesaikan. Acara terakhir hari itu adalah pembagian bingkisan kepada anak-anak sekolah yang tentunya disambut sorak sorai keceriaan. Satu per satu relawan pun mulai dimobilisasi. Untuk mempercepat, setengah perjalanan dilakukan menggunakan sepeda motor dan setengah jalan dilakukan menggunakan mobil (jalanan mulai kering sehingga memungkinkan untuk menggunakan). Menjelang pukul 16:00, seluruh relawan telah berkumpul di bus dan bersiap pulang kembali ke Jakarta. Sebagai tanda terima kasih dari Manajemen Bank OCBC NISP, di dalam bus dibagikan cinderamata berupa jaket eksklusif OCBC NISP kepada seluruh relawan yang berpartisipasi dalam kegiatan CSR hari itu. 


No comments