Mariah Carey dan Borobudur, Ketika Dua Mahakarya Bersatu

Selasa, 6 November 2018 adalah salah satu hari yang paling membahagiakan karena akhirnya saya berkesempatan untuk menyaksikan sang diva favorit secara langsung. Menonton konser Mariah Carey secara langsung memang sudah lama ada di bucket list saya. Alhamdulillah, sekarang sudah tercapai tanpa harus pergi jauh-jauh ke Las Vegas, Amerika Serikat karena Mimi singgah ke Magelang, Indonesia dalam rangkaian tur Asia-nya. Konser ini pun tidak main-main karena diselenggarakan di area Candi Borobudur yang merupakan candi Budha terbesar di dunia. Pertunjukan ini tentunya akan memadukan dua mahakarya yang luar biasa. 

Perburuan tiket sudah saya lakukan jauh-jauh hari sejak penjualan tiket resmi dibuka. Gagal mendapatkan tiket early bird dengan potongan harga yang lumayan sempat membuat saya kecewa. Namun, di penjualan tiket berikutnya saya berhasil mengamankan tiket kelas festival dengan harga Rp 1,25 juta termasuk pajak. Keberuntungan ternyata masih ada di pihak saya karena dalam waktu yang cukup singkat tiket kelas festival pun ludes.

Mendekati bulan November, persiapan pun semakin matang. Tiket kereta api dan penginapan sudah di booking. Tak lupa cuti dua hari saya ajukan, mengingat konser digelar pada hari Selasa yang bukan tanggal merah. 

Dengan menumpang kereta ekonomi Progo saya meluncur ke Yogyakarta pada Senin malam, satu hari sebelum konser digelar. Selasa pagi saya beserta teman tiba di Yogyakarta. Sempat berniat pergi ke Borobudur menggunakan bus, namun ternyata tidak ada bus yang langsung menghubungkan Yogyakarta dan Magelang. Setelah mengecek ulang, ternyata menaiki taksi online lebih praktis dan nyaman dengan tarif yang tidak jauh berbeda. Tanpa pikir panjang kami pun pergi ke Borobudur menggunakan taksi online. 

Setibanya di Borobudur, saya bergegas menuju ke tempat penukaran tiket. Tanpa menunggu lama, saya pun mendapatkan tiket fisik yang nantinya digunakan untuk memasuki arena konser. Hari masih siang, sementara konser baru digelar malam nanti pukul 20.00. Saya pun pergi menuju homestay tempat kami akan menginap. 


Setibanya di homestay kami masih menunggu kamar disiapkan karena kami datang terlalu awal dan belum bisa melakukan check in. Setelah waktu dzuhur, kami baru bisa check in dan beristirahat di kamar, untuk kemudian mandi dan bersiap-siap ke arena konser di Taman Lumbini. Teman saya mendapatkan info dari temannya dari fanbase Mariah Carey bahwa mereka sudah mulai me ngantri di pintu masuk arena konser. Maklum penonton festival tidak memiliki nomor, jadi mau tidak mau harus antri lebih awal untuk mendapatkan posisi terdepan. 


Sekitar pukul 15:00, kami tiba di bibir pintu masuk arena konser dan membaur dengan fans lainnya yang sabar menanti gate dibuka. Yang ternyata masih 3 jam lagi. Meskipun gerimis sempat mengguyur, semangat para fans untuk menyaksikan sang diva dari posisi terdepan tidak goyah. Hal ini malah dijadikan peluang oleh pedagang untuk menjajakan jas hujan plastik. Saya pun sempat membelinya karena tidak membawa jas hujan. Sambil menunggu, sesekali fans dengan kompak menyanyikan lagu-lagu Mariah Carey. Mereka pun antusias ketika mendengar suara dari panggung yang kerap terdengar dari rehearsal yang dilakukan Mimi bersama timnya. Fans pun mulai menebak-nebak, kira-kira lagu apa yang akan dibawakan nanti. Sepertinya akan ada kejutan karena terdengar beberapa lagu yang sebelumnya tidak dibawakan di negara lain. 


Mendekati pukul 18.00, hari mulai gelap. Para petugas mulai bersiap. Sebelum gate dibuka, petugas membuat gate dan antrian baru. Hal ini sempat memicu sedikit kericuhan karena fans menuntut keadilan agar antrian pertama yang lebih dahulu masuk. Sebelum masuk area konser ada dua kali pemeriksaan. Pertama, pemeriksaan bawaan dan metal scanner dan yang kedua pemeriksaan tiket. Setelah itu fans berlarian menuju area festival. Sebelum masuk ke area penonton festival, penonton kembali diperiksa oleh pihak keamanan. Salah satu aturan yang unik adalah penonton diperbolehkan membawa minuman botol, tapi tidak menggunakan tutup.

Fans Mariah Carey di Indonesia yang tergabung dalam "Indonesian Lambily"

Saya berhasil mendapatkan posisi yang cukup depan. Di depan saya ada 1 baris orang, tapi tidak begitu mengganggu karena saya masih lebih tinggi. Sungguh tidak terbayangkan sebelumnya bisa melihat sang idola dari jarak sedekat ini. Walaupun demikian, saya beserta penonton lainnya masih harus bersabar menunggu konser benar-benar dimulai, sambil harap-harap cemas agar cuaca kembali bersahabat. 

Konser malam itu mengusung konsep panggung terbuka dengan latar belakang minimalis dan terlihat pula Candi Borobudur yang telah disorot lampu terlihat dari kejauhan. Sayangnya karena saya berada di bibir panggung, kemegahan warisan dunia ini tidak dapat saya lihat. Panggung yang terbuka membuat konser ini sangat bergantung pada cuaca. Ketika para kru sudah mulai bersiap membuka penutup sound system dan alat musik, tak lama gerimis kembali melanda, mau tidak mau konser pun ditunda sekitar 30 menit hingga akhirnya benar-benar dimulai. Belum lagi ada "serangan" serangga laron yang sempat berkumpul di sekitar lampu panggung. Butuh waktu untuk menyiapkan dan membersihkan panggung sebelum pertunjukan benar-benar dimulai. Penonton pun harus bersabar sambil sesekali bersorak memanggil-manggil Mimi untuk keluar. Yang unik, sebelum konser mulai, para penonton diminta menyanyikan lagu "Indonesia Raya", maklum konser ini disponsori BUMN. 

Waktu yang dinanti pun tiba. Overture lagu Butterfly diputar, sosok sang diva muncul dari tengah panggung berdiri anggun membawakan lagu hits-nya "Honey". Setelah itu, Mariah berinteraksi dengan para fans sambil mengucap "Terima kasih!" Fans pun sangat gembira. Sedikit stage act Mimi tampilkan sebelum lagu kedua, beraksi seolah-olah sedang di-touch up oleh timnya lengkap dengan penari yang membawa cermin di sekelilingnya. "Shake It Off" pun dilantunkan dan sontak membuat para fans kembali bergoyang "Shake... Shake... Shake it off!" 

Malam itu MC yang identik dengan busana seksi dan terbuka tampil lebih konservatif dengan busana  hitam lengan panjang dan dada tertutup. Lagu berikutnya pun terbilang konservatif dengan nuansa gospel. "Make It Happen" lagu ini memang sangat menginspirasi dan menggambarkan perjuangan karir Mimi dari tidak punya uang sepeser pun, sepatu yang layak, sampai tidak mampu membeli makan. Tetapi akhirnya ia bisa menjadi seorang diva yang sukses. Dia benar-benar make it happen. Setelah lagu itu Mariah menghilang ke belakang panggung. Band pun memainkan versi instrumental dari lagu Make It Happen, Sweetheart, Say Somethin', Loverboy dan Dreamlover secara medley dengan paduan suara dari para backing vocal. 

Nostalgia terus berlanjut. Mimi kembali hadir ke atas pentas membawakan lagu Fantasy versi remix (berkolaborasi dengan O.D.B. secara virtual). Di jeda lagu, sang diva juga sempat berceloteh tentang konser yang jalan terus meskipun ada hujan atau gangguan serangga. Selain itu, seperti memahami keinginan fans yang sempat membuat petisi agar Mariah Carey menyanyikan lagu Through The Rain, sang diva pun menyanyikan sedikit snippet lagu ini. Setelah itu konser berlanjut dengan lantunan #1 hits Mimi "Always Be My Baby", "Love Takes Time", dan "Emotions" yang legendaris. Mimi pun kembali ke belakang panggung untuk berganti kostum, sementara band terus memainkan Emotions (Reprise). Trey Lorenz, salah satu backing vocal Mariah mengambil alih kendali di atas panggung dan mulai memperkenalkan personil band, backing vocal, dan penari latar yang tampil malam itu. Jika saya tidak salah dengar, Trey menyebutkan bahwa pemain piano sekaligus musical director pada konser malam itu, Daniel Moore berasal dari Indonesia. 

Mariah kembali berdiri anggun di atas panggung mengenakan gaun hitam yang juga tertutup. Lalu, ia menyanyikan lagu #Beautiful secara solo. Mimi tampak mengenali beberapa fans yang mengenakan kaos dengan sablonan cover album teranyarnya, "Caution", ia pun menyanyikan "The Distance" dari albumnya itu sambil mengajak fans menyorakkan the good chant yang bunyinya "S-P-I-R-I-T! It's great to see! We got it! The spirit! Hey! Hey! Let's hear it!"

Malam pun menjadi semakin syahdu ketika Mariah mengundang Daniel dan Trey untuk menemaninya menyanyikan lagu "One Sweet Day" yang merupakan lagu terlama yang berada pada posisi no. 1 di tangga lagu Billboard Hot 100 selama 16 minggu. Suasana pun menjadi melankolis karena lagu ini didedikasikan untuk seseorang yang sudah tiada. Suasana melankolis bercampur nostalgia kembali menguat saat Mariah menyanyikan lagu "I Don't Wanna Cry" dengan penuh emosional. Sesi itu pun diakhiri dengan lagu "My All" yang juga melankolis. Para dancers mengambil alih panggung sambil menari diiringi lagu "I'm That Chik". 

Pesta kembali gempita saat Mimi membawakan lagu It's Like That dari album "The Emancipation of Mimi", disambung dengan lagu "Don't Forget About Us" yang membuat fans terbawa perasaan. Mariah lalu menyanyikan "Love Hangover/Heartbreaker" yang pernah dibawakannya dalam VH1 Divas 2000. Terakhir, sang diva menyanyikan "We Belong Together" yang menjadi favorit banyak penonton malam itu. Di akhir lagu, Mariah sempat mengucapkan salam perpisahan singkat, dan musik pun beralih ke versi instrumental We Belong Together (DJ Clue Remix). 

Fans yang masih belum puas pun kembali meneriakkan nama Mariah. Apalagi lagu unggulan sang diva "Hero" yang juga diputar dalam video promosi konser ini belum dibawakan. Para backing vocal pun tampak bersemangat begitu tahu para penonton masih antusias menantikan penampilan encore dari Mimi. Tak sia-sia, Mariah pun kembali untuk menyanyikan lagu dari album "Music Box" itu sambil berkata bahwa ia tidak bisa mengakhiri konser ini sebelum menyanyikan "Hero". Suasana pun menjadi haru biru dengan lantunan lagu yang penuh motivasi dan inspirasi ini. Konser pun benar-benar berakhir, tak lupa Mariah mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para fans yang hadir. Band dan backing vocal memainkan Hero (Reprise) cukup lama sepertinya karena melihat antusiasme para fans yang masih belum beranjak.

Saya pun merasa sangat bahagia bisa menyaksikan konser ini. Impian saya untuk dapat menyaksikan konser Mariah Carey akhirnya bisa terwujud. Selain itu, suatu kesempatan langka dapat menyaksikan dua mahakarya dunia dapat bersatu menjadi sebuah pertunjukan yang istimewa. Meskipun sempat ada gangguan cuaca dan serangga, semua itu tidak menyurutkan sang diva untuk menyapa dan menghibur para penggemarnya. Saya pun meninggalkan arena konser dengan hati puas dan berharap dapat menyaksikan kembali konser Mimi suatu hari nanti.







No comments