Semaraknya Milo Jakarta International 10K 2017


Ini bukan pertama kalinya saya mengikuti ajang lari 10 kilometer, tetapi tetap saja berkesan. Untuk Milo Jakarta 10 sendiri, ini adalah kali kedua bagi saya. Sebelumnya saya pernah mengikuti ajang ini tahun 2014 yang kala itu masih gratis. Terang saja tidak adanya biaya pendaftaran memberi ajang ini sangat diminati banyak orang dari berbagai kalangan atau bisa dikatakan merakyat. Arena di garis start pun tak ubahnya bak lautan manusia.


Ada harga, ada barang. Pepatah itu pun berlaku untuk ajang ini. Acara yang gratis membuat banyak peserta harus gigit jari karena mendapatkan kaos lari yang tidak sesuai ukuran dan bahan yang kurang nyaman. Begitu pula medali yang bisa diraih penamat terbatas jumlahnya sehingga banyak pelari yang harus menelan kekecewaan karena gagal mendapatkan lempeng logam yang diidam-idamkan di garis finish. Sisi positifnya, ini memacu para peserta untuk dapat meningkatkan performa dan dapat finish dalam waktu lebih cepat di tahun depannya.

Setelah sekian tahun mengadakan perhelatan ini secara cuma-cuma. Mulai tahun 2017 ini, Milo menarik biaya pendaftaran. Sempat menuai kontroversi dari komentar di sosial media yang berkoar-koar bahwa ajang lari ini dikomersialisasi. Saya sendiri tidak setuju dengan anggapan tersebut. Mengapa? Karena biaya pendaftaran yang dikenakan masih tergolong murah jika dibandingkan dengan ajang lari sejenis. Apalagi jika melihat paket lomba yang dijanjikan, meliputi tiga produk Milo, kaos lari dry-fit, dan medali penamat. Kabar baiknya medali akan dibagikan kepada semua pelari yang mencapai garis finish sebelum cut-off time. Tentu ini angin segar bagi peserta Milo Jakarta International 10K di tahun sebelumnya yang belum berhasil meraih medali penamat (termasuk saya sendiri).


Penyelenggaraan Milo Jakarta International 10K tahun ini terbilang apik dan tertata dengan cukup baik, meskipun pesertanya terbit sangat banyak. Mulai dari registrasi yang dilakukan serba online dan peserta pun dapat memilih ukuran running tee (tidak all size lagi seperti waktu gratis). Notifikasi email pun diterima dalam waktu singkat setelah pembayaran dilakukan. Berlanjut ke pengambilan paket lomba, prosesnya dapat dikatakan cukup baik namun masih perlu ditingkatkan lagi agar antrian tidak lagi mengular panjang. Meskipun demikian, kinerja panitia patut diapresiasi karena telah memilih lokasi yang cukup luas menampung sekian banyak peserta dan memudahkan pengambilan racepack secara kolektif. Isi racepack tidak mengecewakan. Tiga produk Milo didapat secara cuma-cuma beserta kaos lari yang menggunakan bahan dry-fit sehingga lebih nyaman digunakan

Beralih ke rute lomba yang tidak biasa. Jika sebelumnya lebih sering mengambil rute Monas - Thamrin - Sudirman,kini dihelat di Rasuna Said - Menteng. Penyegaran rute lomba yang juga telah disertidikasi ini sangat baik. Penutupan jalan pun bisa dibilang sempurna sehingga pelari cukup leluasa mengarungi jalanan. Water station tersebar dan memadai. Hanya saja terasa kurang dengan ketiadaan isotonik. Refreshment berupa pisang dan air mineral ditambah Milo dingin yang diperoleh selepas garis finish cukup menyegarkan. Meskipun antrian Milo cukup memakan waktu. Medali yang dibagikan kepada para penamat memiliki kualitas yang sangat baik untuk lomba dengan biaya pendaftaran ekonomis ini. Tentu ini sangat memuaskan para pelari apalagi 2000 penamat pertama pun mendapatkan apresiasi lebih dengan desain dan warna medali yang spesial.


Bisa dibilang pelaksanaan ajang ini di tahun 2017 memuaskan. Pantas memang ajang ini dibanjiri para pelari dari Jabodetabek yang tumplek di area Episentrum Kuningan. Tak sabar rasanya untuk kembali mengikuti ajang ini di tahun mendatang. Sepertinya bakal tambah ramai!



Race Profile

Registration : 4 (10%)
Racepack : 3 (15%) 
Goodies : 4 (15%) 
Organizer : 4 (20%)
Route : 5 (15%)
Water Station & Refreshment : 3 (15%)
Medal : 5 (10%)

Composite Rating ⭐⭐⭐⭐ (4/5)

Post a Comment

0 Comments