Refleksi Awal Tahun

Tahun demi tahun begitu cepat berganti. Tentu banyak hal yang sudah terjadi dan tercapai di tahun lalu yang kemudian memacu kita untuk dapat meraih pencapaian yang lebih baik. Singkatnya, banyak hal yang luar biasa di tahun 2016, tentu aku berharap tahun 2017 bisa lebih luar biasa lagi. Tulisan pertama di tahun ini adalah sebuah refleksi untuk mengawali tahun yang baru, tentang apa yang telah dicapai dan akan dicapai selanjutnya. 

Explore!
Tahun lalu sangatlah berkesan bagiku. Begitu banyak kesempatan untuk menikmati keindahan alam ibu pertiwi, dari birunya lautan hingga tingginya pegunungan berselimut awan putih. Di tahun 2016,pertama kalinya aku menginjakkan kaki di pulau Sumatera. Keindahan Pahawang dan eksotisme lumba-lumba Teluk Kiluan pun turut mewarnai pengalaman pertamaku menjelajahi bumi Swarnadwipa. 

Tahun lalu juga untuk pertama kalinya aku bisa berdiri tegak di ketinggian lebih dari 3000 mdpl. Sungguh luar biasa berada di ketinggian setara atau bahkan lebih tinggi dari mega-mega. Bahkan aku pun berhasil menjejakkan kaki di titik tertinggi pulau Jawa, tepatnya di Puncak Mahameru yang berada pada 3.676 mdpl. Pengalaman berkesan lainnya adalah menikmati terbitnya matahari di Bromo yang nampak bak lukisan nyata sang Ilahi. Sungguh pengalaman yang membuatku semakin bersyukur atas karunia Tuhan yang telah menciptakan negeri ini dengan berjuta keindahan yang sepatutnya kita jaga dengan sebaik-baiknya.

Berdiri di Puncak Mahameru, gunung tertinggi di pulau Jawa.
Tentu aku belum puas menjamahi sembari menikmati kekayaan alam negeri ini. Masih begitu banyak gunung yang belum didaki, masih banyak pula pantai dan pulau yang belum ku tapaki. Maka dari itu, di tahun 2017 ini, tentu aku mengharapkan semakin banyak kesempatan berjalan-jalan keliling nusantara.

Fit!
Aku bukanlah orang yang sangat atletis dan gila olahraga. Tapi semakin ke sini, semakin aku sadar pentingnya berolahraga. Selain untuk menjaga daya tahan tubuh, olahraga juga penting untuk menyiapkan raga yang kuat untuk bertualang

Pencapaian terbesarku di 2016 dalam hal kebugaran adalah sukses menamatkan lari half-marathon yang belum pernah ku lakukan sebelumnya. Berlari dengan jarak 21 kilometer lebih di ajang Pocari Sweat Run Jakarta benar-benar suatu pengalaman yang luar biasa. Mengalahkan ego dan rasa malas seraya terus membangkitkan semangat untuk berlari merupakan tantangan yang harus ku taklukan untuk bisa menyelesaikan race ini. Semoga tahun ini aku bisa berlari half-marathon lagi sambil menyiapkan diri untuk full-marathon di masa mendatang.

Learn!
Ada banyak hal yang ingin ku pelajari,terutama bahasa. Bagiku belajar bahasa bagaikan menyelam lebih dalam ke dalam budaya dan cara berpikir bangsa lain. Tahun 2014-2015,aku mengikuti les bahasa Korea karena aku menyukai musik K-Pop. Tahun 2016 aku sama sekali tidak lagi mendaftarkan diri untuk mengikuti kelas tersebut. Ada keinginan untuk belajar otodidak saja dari buku Comprehensive Korean Grammar karya Jaehoon Yeon dan Lucien Brown atau melalui blog belajar bahasa Korea seperti talktomeinkorean.com atau howtostudykorean.com. Namun, yang menjadi masalah adalah kurangnya disiplin untuk belajar secara rutin. Tahun ini aku berharap bisa lebih disiplin dan dapat meraih sertifikat TOPIK pertamaku. Di samping itu, aku ingin melanjutkan proyek blog belajar bahasa Korea melalui K-Pop yang sempat tertunda, ilearnkpop.blogspot.com karena cara belajar yang mengasyikkan tentu dengan menggunakan hal yang kita sukai, bukan?

Selain bahasa Korea, aku menargetkan bisa mempelajari kembali bahasa Spanyol dan Arab. Dua kebudayaan yang sempat bersinggungan di masa kejayaan Andalusia ini memang menarik untuk dipelajari. Spanyol adalah bahasa yang mudah untuk dilafalkan dan relatif lebih mudah dibandingkan dengan bahasa Roman lainnya sedangkan aturan gramatikanya lumayan kompleks. Bahasa ini juga cukup penting dalam pergaulan internasional karena banyaknya penutur terutama di benua Amerika. Arab tidak kalah pentingnya, selain merupakan bahasa resmi PBB dan banyak dituturkan di Timur Tengah, bahasa ini sangatlah penting bagi umat muslim di seluruh dunia. Dengan mempelajari bahasa ini tentu akan lebih mudah dalam menghayati dan memahami Alquran dan bacaan shalat. 

Aku juga berencana mengikuti beberapa MOOC (massive open online course) tahun ini, khususnya yang berkaitan dengan karir dan minat. Sudah lama memang tidak mengikuti kegiatan pembelajaran daring padahal banyak ilmu yang dibagikan universitas terkemuka dunia secara cuma-cuma. Kita hanya perlu membayarnya dengan kedisiplinan dan konsistensi untuk dapat menyerap pelajaran yang disampaikan.

Read!
Tahun lalu aku memasang target yang cukup ambisius untuk membaca 42 buku dalam setahun. Suatu target yang terlalu tinggi, mengingat aku baru mulai membaca buku lagi di pertengahan tahun. Walhasil, aku hanya bisa membaca 10 buku hingga akhir tahun, topiknya beragam mulai dari agama, pengembangan diri, kumpulan cerpen, roman sejarah berlatar Maluku era kerajaan Islam dan kolonial Belanda karya Mangunwijaya, hingga memoar novelis terkemuka dunia, Haruki Murakami yang ternyata seorang pelari maraton. 

Sudah lama memang aku tidak lagi memasukkan membaca dari daftar hobi. Namun, aku bertekad untuk baca, baca, baca lebih banyak buku lagi karena banyak ilmu dan pesan moral yang bisa dipelajari dari sebuah buku. Tahun ini aku tidak mau muluk-muluk, namun tidak mau juga memasang target yang terlampau rendah. Aku ingin bisa membaca minimal 36 buku dalam satu tahun ini. Semoga bisa tercapai.

Write!
Tahun lalu, aku memutuskan untuk menggunakan domain baru untuk blog pribadiku. Dari econochemist.blogspot.com menjadi budiono.xyz memulai dari awal lagi di sekitar triwulan kedua 2016. Namun karena kesibukan, belum banyak tulisan yang dipublikasikan. Ya, semoga mulai tahun ini bisa lebih konsisten untuk menulis dan meramaikan blog ini dengan beragam postingan, baik berupa cerita maupun buah pikiran

Dan yang terakhir... Cheers! untuk tahun yang lebih baik.

No comments