Mukaddimah

Berawal dari pemikiran spontan, akhirnya saya memutuskan untuk membuat blog baru mewadahi kegiatan blogging yang sempat vakum. Ya, sebelumnya memang saya sudah punya blog bertajuk "Econochemist". Namun, entah mengapa semenjak lulus dari bangku kuliah dan terjun ke dunia kerja, hasrat untuk meramaikan blog tersebut dengan beragam tulisan seakan meredup. 

Mungkin segalanya sudah berubah. "Econochemist" lahir dari ambisi seorang mahasiswa ekonomi dengan renjana yang bercampur aduk. Menulis tak ubahnya sebagai ajang unjuk prestasi dan aktualisasi diri. Kini semuanya tak lagi sama. Kehidupan mahasiswa telah lama berganti dengan keras dan penatnya dunia kerja. Kegiatan menulis blog bukan lagi sebagai aktualisasi, namun lebih menjadi kegiatan rekreasi. 

Saat menjadi mahasiswa, banyak waktu luang untuk mencari inspirasi tulisan dan mempublikasikannya sebagai sebuah karya dalam blog. Selesai wisuda, tak ada waktu untuk berleha-leha. Sudah saatnya mencari kerja dan memanfaatkan ilmu yang didapat dengan sebaik-baiknya demi kemajuan bangsa, khususnya di bidang perekonomian. Ada cerita menarik,  saya berhasil mendapatkan pekerjaan pertama berkat blog. Salah satu pewawancara mengaku terkesan dengan blog pribadi saya beserta sejumlah tulisannya. Atas pertimbangan itu ia memilih saya untuk posisi yang ditawarkan. 

Kerja, kerja, dan kerja memang suatu kegiatan yang menyita banyak waktu. Fokus pun lebih banyak tertuju pada pekerjaan. Perlahan tapi pasti, kegemaran ngeblog pun terlupa. Bulan demi bulan sampai berganti tahun, kejenuhan pun melanda. Ya, sebagai manusia biasa merasa jenuh akan rutinitas tentu hal yang wajar. Lamunan dan pemikiran buah dari rasa jenuh tertuang dalam beberapa postingan di blog yang sempat terabaikan. Harus diakui bahwa mengekspresikan unek-unek ke dalam tulisan memang dapat meringankan beban atau orang sering bilang writing heals

Pemikiran sok bijak tentang kehidupan yang sebelumnya jarang sekali terlintas kini malah jadi gagasan utama dari beberapa tulisan di "Econochemist". Apalagi di saat bergaul dengan teman-teman yang galau berkepanjangan, mulai dari urusan jodoh, karir hingga masa depan. Pilihannya hanya ada dua: ikut-ikutan galau atau tampil bak Mario Teguh memberikan semangat dan motivasi tiada henti. Saya kerap kali menjadi sosok motivator bagi teman yang sedang kehilangan arah, walaupun tak jarang pula ikut terhanyut arus kegalauan. Saya pun terangsang untuk menuliskan pemikiran atas permasalahan tersebut ke dalam blog. 

Pemikiran dan motivasi yang ditumpahkan dalam bentuk tulisan sejatinya merupakan catatan untuk memperbaiki diri sendiri. Kalau memang dirasa bermanfaat, bisa dibagikan ke orang lain. Oleh karena itu, saya berharap bisa sering membagikannya. Semakin ke sini saya merasa perlu untuk membuat blog pribadi yang baru untuk berbagi pikiran dan pengalaman dalam bentuk tulisan untuk menyikapi beragam peristiwa dalam kehidupan. Termasuk juga pengalaman bervakansi.

No comments